INDAHNYA OLAH RAGA MEMANAH DI STIKES MADANI YOGYAKARTA

Abu Bassam | Senin, 03 Oktober 2016 - 09:32:24 WIB | dibaca: 2846 pembaca

(STIKMA_YOGYA) Umur manusia begitu pendek, sudah selayaknya manusia mengisi waktu demi waktu dengan segala hal yang bernilai ibadah. Tapi, hati manusia memiliki masa-masa semangat, namun pada batas tertentu, pada masa tertentu merasa penat pula. Adalah wajar jika seseorang mencari sesuatu yang bisa menghibur hatinya. Sesuatu yang berupa hal-hal menyenangkan, sekaligus menjadi penawar bagi aktivitas dan beban pikiran yang melelahkan. Hanya saja, rata-rata hiburan yang dipilih oleh manusia itu termasuk hiburan yang sia-sia, ada yang melenakan dari ketaatan, dan ada lagi yang jelas bernilai sebagai kemungkaran. Orang cerdas akan menjatuhkan pilihannya pada aktivitas yang bisa mengumpulkan dua kebutuhan itu, hati bisa terhibur, namun tetap memiliki nilai pahala, tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Apa itu?

"Setiap permainan laghwun yang dilakukan seorang muslim adalah bathil, kecuali ketika dia melemparkan panah dengan busurnya, ketika ia melatih kudanya, dan bercanda dengan istrinya. Ketiga hal ini adalah al-haq."(HR Tirmidzi, beliau berkata, "hadits hasan shahih.")

Banyak sekali motivasi Nabi kepada umatnya untuk belajar memanah. Di antaranya, sabda Nabi:
"Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda." (HR Tirmidzi, beliau mengatakan, hadits hasan shahih)

Ada pahala bagi yang membuat panah, ada ganjaran bagi yang melemparkan panah, dan dijanjikan Jannah orang yang menyiapkan anak panah bagi yang hendak memanah, dan tidak sia-sia pula orang yang berjalan untuk mengambil anak panah dari tempat sasaran ketika latihan.

Bahkan berjalannya seseorang untuk mengambil anak panah, dari tempat memanah dengan sasaran bernilai satu kebaikan pada setiap langkahnya, sebagaimana hadits Thabrani. Ini tidak berlaku dalam permainan yang lain. Dari sisi hiburan, permainan ini juga menghibur, dan mungkin ada bumbu canda ria di dalamnya. Imam al-Auza'y menyebutkan kesaksian dari Bilal bin Sa'ad tentang para sahabat yang beliau lihat, "Saya menjumpai suatu kaum, mereka mondar mandir antara tempat memanah dengan sasaran, mereka saling bercanda satu sama lain, namun ketika malam tiba, mereka khusyuk laksana para rahib."

Sayang, hanya sedikit dari kaum muslimin yang melirik pada permainan yang menyenangkan dan berpahala ini, oleh karena itu kami dari STIKes Madani memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk memelihara permainan dan olahraga yang Rasulullah anjurkan ini.

Untuk jadwal latihan dilaksanakan di hari Jum'at jam 08.00 WIB untuk ikhwan dan hari Ahad pukul 09.00 WIB untuk akhwat.

Sunnah itu menyenangkan.
 
sumber: https://www.facebook.com/STIKes-Madani-Yogyakarta-254411084768796/
 
 
Baja Juga:
 
 


Nasehat: DI MANA KITA MELETAKKAN ILMU ?

MUSLIM IMITASI*

SEPENGGAL KISAH DARI KAIRO SEBUAH KOTA INDAH DIPINGGIR SUNGAI NIL

DENGAN APA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH ?

 



Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)