MUKMIN YANG BERBAHAGIA

Abu Bassam | Minggu, 29 Januari 2017 - 11:46:42 WIB | dibaca: 3956 pembaca

Seorang diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala berdasarkan kadar keimanannya.

Al Imam Asy Syafi'i rahimahullah Ta'ala pernah berkata:

 محنُ الزَّمانِ كثيرة ٌ لا تنقضي, وسرورهُ يأتيكَ كالأعيادِ

Sesungguhnya ujian zaman datang terus tidak berhenti (silih berganti). Dan kegembiraan datang sesekali sebagaimana sesekalinya datangnya hari lebaran.

Seorang mu'min yang benar-benar beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah orang yang berbahagia.

Meskipun banyak ujian yang menghadapinya, banyak tantangan dan banyak susah payah yang dia alami.

Kenapa?

Karena dia menghadapi semua itu dengan keimanan dan ketakwaan.

Dia bisa mengkondisikan dirinya dalam menghadapi kondisi-kondisi berat dalam kehidupan ini.
 
Oleh karenanya, yang menjadi patokan kebahagiaan bukanlah banyaknya harta dan bukan juga sehatnya tubuh, tapi apa yang ada di hati.

Jika seseorang hatinya tentram, maka itulah orang yang berbahagia.


Telegram Channel :
http://bit.ly/TausiyahBimbinganIslam
 
 
Baca juga:
 
 
 
 
 
 



Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)